RAPAT KOORDINASI PERCEPATAN LTT HADIRKAN NARASUMBER DARI BMKG DAN BALAI WILAYAH SUNGAI
Makassar (22/10/2025). Dalam upaya pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) bulan Oktober, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sul Sel gelar Rapat Koordinasi Luas Tambah Tanam di Aula BRMP Sul Sel.
Kegiatan Rakor ini diikuti oleh berbagai pihak yakni Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHBun) Provinsi, Dinas Pertanian Kabupaten, Penanggung Jawab Swasembada tingkat kabupaten, BMKG dan Balai Wilayah Sungai (BWS) dengan tujuan meningkatkan produktivitas padi melalui sinergi dan informasi terkini.
Mengawali Rakor ini Kepala Balai BRMP Sul Sel Ir. Yusuf, M.Si menyampaikan bahwa Bapak Menteri Pertanian mengapresiasi perjuangan seluruh penggerak pertanian mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten, maupun penyuluh ditingkat desa hingga para petani dilapangan dalam mendukung program percepatan swasembada pangan. Oleh karena itu apresiasi tersebut diharapkan menjadi pelecut semagat kita bersama, khususnya di Provinsi Sul Sel untuk mencapai target2 yang ditetapkan baik target bulan oktober hingga target tahun 2025.
Rakor kali ini menghadirkan pemateri utama dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyampaikan materi terkait prakiraan cuaca dan iklim sebagai faktor penting dalam perencanaan tanam padi. Pemateri memberikan penjelasan mengenai pola curah hujan, suhu, dan prediksi musim yang dapat mempengaruhi keberhasilan tanam dan pertumbuhan padi.
Selain itu, Balai Wilayah Sungai juga memberikan materi mengenai pengelolaan sumber daya air, termasuk distribusi air irigasi dan upaya mitigasi terhadap potensi kekeringan. Informasi ini sangat vital agar langkah percepatan tanam dapat dilakukan secara efektif dengan ketersediaan air yang memadai.
Sesi diskusi dibuka untuk membahas langkah-langkah strategis selanjutnya dan komitmen bersama untuk mencapai target LTT bulan Oktober.
Saat penutupan kegiatan Kepala BRMP Sul Sel tidak lupa mengingat dan mendorong beberapa kabupaten yang masih ada tersisa target LTT padi gogo agar segera ditanami karena padi gogo memberi kobtribusi pada pencapaian swasembada pangan.
Rakor ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antar instansi dan memberikan gambaran jelas tentang kondisi cuaca dan sumber daya air yang mendukung percepatan luas tambah tanam. Dengan demikian, target swasembada pangan melalui peningkatan produksi padi dapat tercapai secara optimal.
(AFS)